Memahami Metode Penelitian Komunikasi Bagian B (Konstruksi Realitas Sosial, Fenomenologi, Dramaturgi)

Assalamu'alaikum teman-teman.. Selamat menunaikan ibadah puasa yaa bagi teman-teman yang menjalankannya.

Alhamdulillah kita jumpa lagi nih guys dipertengahan bulan Ramadhan dengan materi penelitian komunikasi kualitatif bagian B (Konstruksi realitas sosial, fenomenologi, dan dramaturgi)

Nah pembahasan kali ini menurut kalian menguras pikiran (lagi) ga? Menguras pikiran atau tidak pokoknya jangan nyerah ya. Maaf ya di blog kali ini masih banyak kekurangannya, karena masih memahami biar masuk ke otak segala macam bahasa yang tidak mudah dipahami itu hehe :D
Kita juga bisa pinjam buku-buku yang sesuai di perpustakaan ya, untuk memperjelas agar lebih memahami materi nya.




Bahas kontruksi sosial dulu yuk. Kontruksi realitas sosial itu apa?

1. KONSTRUKSI REALITAS SOSIAL

Konstruksi Sosial atas Realitas (Social Construction of Reality) didefinisikan sebagai proses sosial melalui tindakan dan interaksi dimana individu atau sekelompok individu, menciptakan secara terus-menerus suatu realitas yang dimiliki dan dialami bersama secara subjektif. Teori ini berakar pada paradigma konstruktivis yang melihat realitas sosial sebagai konstruksi sosial yang diciptakan oleh individu, yang merupakan manusia bebas. Individu menjadi penentu dalam dunia sosial yang dikonstruksi berdasarkan kehendaknya, yang dalam banyak hal memiliki kebebasan untuk bertindak di luar batas kontrol struktur dan pranata sosialnya. Dalam proses sosial, manusia dipandang sebagai pencipta realitas sosial yang relatif bebas di dalam dunia sosialnya.

Konstruksi sosial atau konstruksionisme sosial memiliki beberapa prinsip dasar yaitu :
-realitas dibentuk secara sosial
-realitas diungkapkan melalui bahasa
-pengetahuan diperoleh melalui proses-proses sosial, dan
-menekankan pada refleksi manusia

Contoh Penelitian Konstruksi Realitas Sosial :
1. KONSTRUKSI REALITAS SOSIAL DALAM MEDIA IKLAN LINE “LET’s GET RICH” ( Studi Analisis Semiotik Pada Iklan Line “Let’s Get Rich” di Televisi / Video Ad Sense Internet Versi Dimas Danang & Imam Darto Dan Bunga Citra Lestari & Arsyaf Sinclair )
2. KONSTRUKSI REALITAS SOSIAL CITRA POLISI PADA REALITY SHOW NET 86 DI NET. TV
3. PROSTITUSI ARTIS ONLINE DALAM KONSTRUKSI REALITAS SOSIAL (Studi Kasus Tertangkapnya Artis AA Dalam Bingkai Harian Sriwijaya Post)

2. FENOMENOLOGI



Fenomenologi, pada awalnya, merupakan kajian filsafat dan sosiologi. Edmund Husserl sendiri, penggagas utamanya, menginginkan fenomenologi akan melahirkan ilmu yang lebih bisa bermanfaat bagi kehidupan manusia, setelah sekian lama ilmu pengetahuan mengalami krisis dan disfungsional. Fenomenologi, kemudian, berkembang sebagai semacam metode riset yang diterapkan dalam berbagai ilmu sosial, termasuk di dalamnya komunikasi, sebagai salah satu varian dalam penelitian kualitatif dalam payung paradigma interpretif.

Dalam pengertian sederhana, sesungguhnya kita pada waktu-waktu tertentu mempraktikkan fenomenologi dalam keseharian hidup kita. Kita mengamati fenomena, kita membuka diri, kita membiarkan fenomena itu tampak pada kita, lalu kita memahaminya. Kita memahaminya dalam perspektif fenomena itu sendiri, bagaimana ia.

Yang menjadi fokus dalam penelitian fenomenologi, yakni: - Textural description: apa yang dialami oleh subjek penelitian tentang sebuah fenomena. Apa yang dialami adalah aspek objektif, data yang bersifat faktual, hal yang terjadi secara empiris.

Contoh Penelitian Fenomenologi :
1. STUDI FENOMENOLOGI: INTENSI MEROKOK PADA REMAJA
2. KOMUNIKASI SOSIAL ANAK JALANAN (Studi Fenomenologi terhadap Anak Jalanan di Kota Makassar)
3. FENOMENA PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL FACEBOOK OLEH GENERASI X DI KOTA BANDUNG
(Studi Fenomenologi Penggunaan Media Sosial Facebook Oleh Generasi X Di Kota Bandung)
4. PESONA ‘MILITER’ (Analisis Fenomenologis Tentang Kesadaran Latar Belakang Calon Presiden Indonesia)

3. DRAMATURGI




Dramaturgi adalah teori yang mengemukakan bahwa teater dan drama mempunyai makna yang sama dengan interaksi sosial dalam kehidupan manusia.

Teori yang paling terkenal Erving Goffman tentang dramaturgi, ada di dalam dalam bukunya yang berjudul “Presentation of Self in Everyday Life”, yang terbit pada tahun 1959, yaitu seorang aktor memainkan karakter manusia-manusia yang lain sehingga penonton dapat memperoleh gambaran kehidupan dari tokoh tersebut dan mampu mengikuti alur cerita dari drama yang disajikan.

Pada teori Dramaturgi, terdapat “Front stage” (panggung depan) dan “Back Stage” (panggung belakang), Antara lain:
A. Front Stage yaitu bagian pertunjukan yang berfungsi mendefinisikan situasi pertunjukan. Front Stage sendiri terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
 “Setting” yaitu tampilan sang aktor secara fisik dalam memainkan perannya, seperti berpakaian rapi dengan aksesoris jam tangan mahal,mobil kelas premium, sampai telepon seluler keluaran terbaru.
 “Front Personal” yaitu berbagai macam perlengkapan (Alat Peraga) sebagai cerminan perasaan dari sang aktor. Di dalam Front Personal, terbagi lagi menjadi dua bagian, yaitu:
 “Penampilan” yang terdiri dari berbagai jenis barang yang digunakan mencerminkan status sosial sang aktor.
 “Gaya” yang berarti mengenalkan peran seperti apa yang dimainkan aktor kedepannya.

B. Back stage adalah keadaan dimana seseorang berada di belakang panggung dengan kondisi tidak ada penonton, sehingga dapat dipastikan seseorang tersebut dapat berperilaku bebas tanpa mempedulikan sikap/peran dalam sandiwara berikutnya.

Dalam teori Dramatugi menjelaskan bahwa identitas manusia adalah tidak stabil dan merupakan setiap identitas tersebut merupakan bagian kejiwaan psikologi yang mandiri. Identitas manusia bisa berubah tergantung dari interaksi dengan orang lain.

Contoh Penelitian :
1. STUDI DRAMATURGI PERILAKU MAHASISWI PEKERJA GUEST RELATION OFFICER (GRO) NIGHT CLUB BABYFACE DI KOTA SEMARANG
2. DRAMATURGI: PENCITRAAN PRABOWO SUBIANTO DI MEDIA SOSIAL TWITTER MENJELANG PEMILIHAN PRESIDEN 2014
3. DRAMATURGI PADA GAYA HIDUP HEDONIS DI KALANGAN MAHASISWA (STUDI KASUS KAMPUS PANAM PEKANBARU)
4. PRESENTASI DIRI ”AYAM KAMPUS” (Studi Dramaturgi Mengenai Perilaku Menyimpang Mahasiswi di Pekanbaru)

Dari pembahasan di atas tentang metode penelitian komunikasi kualitatif, kalian ingin menggunakan penelitian dari metode yang mana nih temen-temen?
Sabar, kita pahami dulu satu satu ya🥺 Semangat guys..
Bismillah 1 semester lagi!

See you




Komentar