Memahami Metode Penelitian Komunikasi Bagian C (Analisis Bingkai, Analisis Wacana, dan Semiotika)

Assalamu'alaikum teman-teman.. Selamat menunaikan ibadah puasa yaa bagi teman-teman yang menjalankannya.

Alhamdulillah kita jumpa lagi nih guys dipertengahan bulan Ramadhan dengan materi penelitian komunikasi kualitatif bagian C (Analisis Bingkai, Analisis Wacana, dan Semiotika)

Sebelum mengajukan judul, banyak yang harus kita pahami ya. Mohon maaf di blog kali ini masih banyak kekurangannya, ada banyak hal yang ternyata belum kita tau, dan harus terus belajar lagi.

Bahas tentang analisis bingkai/framing dulu yuk. Framing itu apa?

1. ANALISIS BINGKAI



Analisis framing merupakan salah satu alternatif model analisis yang dapat mengungkap rahasia dibalik sebuah perbedaaan bahkan pertentangan media dalam mengungkapkan fakta. Analisis framing dipakai untuk mengetahui bagaimana realitas dibingkai oleh media. Dengan demikian realitas sosial dipahami, dimaknai, dan dikonstruksi dengan bentukan dan makna tertentu. Elemen-elemen tersebut bukan hanya bagian dari teknis jurnalistik, melainkan menandakan bagaimana peristiwa dimaknai dan ditampilkan. Inilah sesungguhnya sebuah realitas politik, bagaimana media membangun, menyuguhkan, mempertahankan, dan mereproduksi, suatu peristiwa kepada pembacanya. Melalui analisis framing akan dapat diketahui siapa menendalikan siapa, siapa lawan siapa, mana kawan mana lawan, mana patron dan mana klien, siapa diuntungkan dan siapa dirugikan, siapa menindas dan siapa tertindas, dst.

Kesimpulan-kesimpulan seperti ini sangat mungkin diperoleh karena analisis framing merupakan suatu seni-kreativitas yang memiliki kebebasan dalam menafsirkan realitas dengan menggunakan teori dan metodologi tertentu. Ada dua esensi utama dari analisis framing yaitu, Pertama, bagaimana peristiwa dimaknai. Ini berhubungan dengan bagian mana yang diliput dan mana yang tidak diliput. Kedua, bagaimana fakta ditulis. Aspek ini berhubungan dengan pemakaian kata, kalimat, dan gambar untuk mendukung gagasan.

CONTOH PENELITIAN :
1. Analisis Framing Pemberitaan Covid-19 di Media Online Bengkuluexpress.com
2. Pengemasan Moral Analisis Framing dalam film "Emak ingin naik haji"
3. Analisis Framing pada Film Soekarno karya Hanung Bramantyo
4. PEMBINGKAIAN BERITA UNJUK RASA MAHASISWA PAPUA DI ISTANA MERDEKA (Framing pada cnnindonesia.com dan kompas.com)

2. ANALISIS WACANA



Analisis Wacana merupakan salah satu metode penelitian komunikasi yang digunakan untuk meneliti suatu pesan komunikasi yang digunakan untuk membentuk suatu wacana.

Menurut van Dijk, ada 3 dimensi yang membentuk suatu wacana sehingga analisis yang dilakukan terhadap suatu wacana harus meliputi ketiga dimensi tersebut, yaitu teks, kognisi sosial, dan konteks sosial

Tujuan yang bisa dicapai dari pendekatan Analisis Wacana adalah Mendiskripsikan pembentukan wacana melalui penggunakan pesan, Menggambarkan perbedaan wacana

Teknik pengumpulan data dalam pendekatan Analisis Wacana
1.Teknik pengumpulan data secara interaktif yang meliputi wawancara dan observasi berperan aktif
2. Studi pustaka

Banyak cara yang dapat dilakukan dalam penelitian suatu masalah sosial, dan analisis wacana adalah salah satu metode yang dapat dilakukan. Analisis wacana adalah alternatif terhadap kebuntuan-kebuntuan dalam analisis media yang selama ini lebih didominasi oleh analisis isi konvensional dengan paradigma positif atau konstruktivisnya.

Analisis Wacana akan memungkinkan untuk memperlihatkan motivasi yang tersembunyi di belakang sebuah teks atau di belakang pilihan metode penelitian tertentu untuk menafsirkan teks. Sedangkan pengertian wacana sendiri adalah cara tertentu untuk membicarakan dan memahami dunia (atau aspek dunia) ini. Analisis Wacana Kritis itu tidak lebih dari dekonstruktif membaca dan menafsirkan masalahatau teks (sambil tetap ingat bahwa teori-teori postmodern memahami setiap penafsiran realitas, karena itu, realitas itu sendiri sebagai teks. Setiap teks dikondisikan dalam suatu wacana, sehingga disebut Discourse Analysis. 

Fokus dari analisis wacana adalah setiap bentuk tertulis atau bahasa lisan, seperti percakapan atau artikel koran. Topik utama yang menjadi pokok dalam analisis wacana adalah struktur sosial yang mendasarinya, yang dapat diasumsikan atau dimainkan dalam percakapan atau teks. Ini menyangkut alat dan strategi yang dipakai orang ketika terlibat dalam komunikasi, seperti memperlambat suatu pidato untuk penekanan, penggunaan metafora, pilihan kata-kata tertentu untuk menampilkan mempengaruhi, dan sebagainya.

CONTOH PENELITIAN :
1. Analisis wacana iklan TV Pepsodent versi "Ayo Perbaiki"
2. CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS TERHADAP WACANA: “Penetapan Sultan sebagai Gubernur D.I. Yogyakarta”
3. Analisis wacana kritis pada konten "Masjid Untuk Semua" di media youtube CISFORM UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

3. ANALISIS SEMIOTIKA



Semiotika adalah studi tentang makna keputusan. Ini termasuk studi tentang tanda-tanda dan proses tanda (semiosis), indikasi, penunjukan, kesamaan, analogi, metafora, simbolisme, makna, dan komunikasi. Semiotika berkaitan erat dengan bidang linguistik, yang untuk sebagian besar, mempelajari struktur dan makna bahasa yang lebih spesifik.

Semiotika adalah studi tentang makna keputusan. Ini termasuk studi tentang tanda-tanda dan proses tanda (semiosis), indikasi, penunjukan, kesamaan, analogi, metafora, simbolisme, makna, dan komunikasi. Semiotika berkaitan erat dengan bidang linguistik, yang untuk sebagian besar, mempelajari struktur dan makna bahasa yang lebih spesifik. Namun, hal itu berbeda dari linguistik, semiotika juga mempelajari sistem tanda non-linguistik. Semiotika sering dibagi menjadi tiga cabang:

1.Semantik: hubungan antara tanda dan hal-hal yang mereka lihat; denotata mereka, atau makna

2.Sintaksis: hubungan antara tanda-tanda dalam struktur formal

Pragmatik: hubungan antara tanda dan tanda-menggunakan agen

Semiotika adalah studi tentang tanda-tanda. Konsep tanda ini untuk melihat bahwa makna muncul ketika ada hubungan atau hubungan antara ditandai in absentia (signified) dan tanda (signifier). Tanda adalah kesatuan dari suatu bentuk penanda (signifier) dengan sebuah ide atau penanda (signified).

Dengan kata lain, penanda adalah “suara berarti” atau “makna grafiti”. Semiotika adalah studi tentang tanda-tanda (sign), fungsi tanda, dan produksi makna. Tanda adalah sesuatu yang berarti sesuatu untuk orang lain. Studi semiotik tanda-tanda, penggunaan tanda dan segala sesuatu yang berkaitan dengan tanda. Dengan kata lain, ide semiotik (tanda, makna, denotatum dan interpretan) dapat diterapkan untuk semua bidang kehidupan selama tidak ada prasyarat terpenuhi, yaitu ada artinya diberikan, ada makna dan interpretasi (Cristomy dan Lucky Yuwono 2004: 79).

CONTOH PENELITIAN :
1. ANALISIS SEMIOTIKA PESAN MORAL DALAM FILM KELUARGA CEMARA
2. PESAN MORAL DALAM FILM SABTU BERSAMA BAPAK (PENDEKATAN ANALISIS SEMIOTIKA)
3. REPRESENTASI ORANG TUA TUNGGAL PADA IKLAN SITUS WEB PERDAGANGAN ELEKTRONIK (Analisis Semiotika Iklan Blibli.Com Versi “Bahagia Itu Kita Yang Buat”)
4. Representasi Pesan Edukatif Dalam Iklan Pepsodent (Analisis Semiotik Pada Iklan Pepsodent Versi Ayah Adi Dan Dika Seri Gantian Dong, Monster Malam Dan Ksatria Malam Di Media Televisi).

Nahh, banyak sekali ya yang harus dipelajari untuk mengajukan sebuah judul penelitian. Dari pembahasan di atas tentang metode penelitian komunikasi kualitatif, kalian ingin menggunakan penelitian dari metode yang mana nih temen-temen?🥺 Semangat guys..
Bismillah 1 semester lagi!

See you!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memahami Metode Penelitian Komunikasi Bagian B (Konstruksi Realitas Sosial, Fenomenologi, Dramaturgi)